Type something and hit enter

By On
Catatan Baihaqi - Siapa yang tidak pernah mendengar korupsi? Saya percaya semua kita pasti tidak asing dengan kata korupsi. Paling minimal pernah membacanya di media massa. Semoga saja yang sedang membaca ini tidak pernah terlibat sebagai pelakunya, walaupun kecil adanya.

Korupsi adalah satu dari sekian banyak persoalan negeri ini yang belum ada solusi yang konkrit. Bahkan, kejahatan ini semakin menjadi-jadi. Berbagai instrument hukum sudah dilahirkan sejak zaman Soekarno, Soeharto hingga sampai saat ini, akan tetapi belum juga korupsi dapat dibasmi.

Dulunya kita hanya mendengar korupsi hanya terjadi dipemerintahan pusat, kemudian pelan-pelan menggerogoti pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota seiring diberlakukannya desentralisasi. Dan saat ini, kejahatan yang dikenal dengan extra ordinary crime telah merambah hingga pemerintahan desa.

Tak jarang dari kita yang mendengar desas desus korupsi dana desa yang dilakukan oleh oknum perangkat desa. Ada beberapa bahkan sudah mendapatkan vonis dari pengadilan tipikor karena terbukti menilep uang negara.

Pun demikian, masih juga muncul isu dana desa dengan wilayah dan pelaku berbeda. Ini membuktikan bahwa hukuman yang selama ini dijadikan sebagai bentuk pemberian efek jera belum memberikan konstribusi yang banyak.

Entah karena hukumannya terlalu ringan atau entah karena oknum pelaku ka kreuh utak. Namun yang pasti, korupsi belum juga mampu diberantas hingga sampai saat ini.

Terkait dengan beberapa hal tersebut, saya sendiri berkesimpulan bahwa masih ada sebagian diantara kita yang berdamai dengan korupsi. Dalam artian menganggap korupsi adalah hal yang biasa dan uang yang dikorupsi itu bersumber dari jen. Sehingga ada anggapan yang muncul "bah i cok laju keudeh, nyan ken peng jen keu jen."

Anggapan inilah yang membuat korupsi semakin menjadi-jadi dan menggurita. Berdamai dengan korupsi membuat sebagian besar kita apatis dan tidak mau peduli dengan apa yang terjadi. Bahkan yang lebih "sadis" ada anggapan nyan raseuki jih.

Lantas bagaimana, tumbuhkan rasa kepemilikan dalam diri kita bahwa uang itu adalah uang kita. Tanyakan dan pastikan setiap rupiah dikemanakan dan digunakan untuk apa. Kalau tidak berani sendiri, cobalah untuk membangun komunitas, misalkan komunitas peduli dana desa atau yang lain.
Berdamai Dengan Korupsi
Ilustrasi [Foto: pixabay.com]

Bergeraklah secara bersama-sama untuk senantiasa melakukan pemantauan terhadap penggunaan dana tersebut. Selain itu, bangun juga pemahaman kepada masyarakat lain bahwa korupsi itu adalah suatu perbuatan yang melanggar dengan berbagai kaidah. Saya rasa, pelan-pelan korupsi dapat dibasmi paling minimal didesa kita sendiri.

Tulisan ini sudah pernah di publish di steemit