Type something and hit enter

author photo
By On
Catatan Baihaqi - Sore ini, meski jam telah menunjukkan jam 4 matahari masih sangat terik. Panasnya menembus pori-pori baju hingga mengenai kulit lapisan terluar.

Menggunakan sepeda motor, saya bersama rekan sekantor menembus panasnya menuju ke kantor BPK RI Perwakilan Aceh. Pagi tadi, kami telah membuat janji untuk bertemu dengan salah satu petugas yang bekerja di kantor tersebut.

Seperti biasa, saya hanya menggunakan sandal dan kaos, sehingga panasnya sangat terasa. Sedang rekan saya, terlihat rapi dengan paduan kemeja dan sepatu.

Tiba dikantor yang letaknya di Jalan P Nyak Makam Banda Aceh, terlihat beberapa petugas Satpam di pos penjagaan. Mereka terlihat sedang bercengkrama sesamanya.

Motor kami melaju pelan melewati pos penjagaan tersebut hingga tiba di parkiran. Setelah bersiap-siap, perlahan kami menuju ke lobby kantor yang bertugas melakukan pemeriksaan keuangan.
Lobby BPK RI Perwakilan Aceh
Lobby BPK RI Perwakilan Aceh
Suasana sejuk karena hembusan AC menghilangkan panas yang menyengat. Bersih dan rapi jelas terlihat dikantor yang dibiayai dengan keuangan negara ini.

Terlihat juga beberapa banner yang tersusun berjejer. Dan juga beberapa bunga yang ditamam dalam pot ukuran sedang. Ukiran indah bermotifkan pinto aceh juga terpajang di dinding lobi.
Ukiran Pinto Aceh
Ukiran Pinto Aceh di Kantor BPK RI Perwakilan Aceh
Sesaat, saya langsung menjumpai petugas di meja resepsionis. Menyampaikan hendak bertemu dengan salah satu petugas yang sebelumnya sudah mengadakan janji.

Oleh petugas yang terlihat ayu disodorkan sebuah buku tamu untuk diisi. Berwarna hijau sampulnya dan sebagian telah terisi dengan nama-nama tamu yang telah berkunjung.

Pelan, huruf demi huruf saya tuliskan. Mulai dari tanggal, nama, instansi, hingga tujuan berkunjung. Usai mengisi, saya dan teman mencari tempat duduk sekedar menunggu arahan berikutnya.

Saat sedang berdiskusi dengan rekan sekantor, tiba-tiba petugas satpam menghampiri.

"Bapak uda janjian tadi?" tanya lelaki yang terlihat tegap itu.

"Iya," jawab saya.

"Kalau begitu, Bapak harus ganti sepatu dan kaos dulu karena gak boleh pake sandal dan harus pake kemeja," dia memberitahukan.

"Apakah aturannya gitu?" tanya saya.

"Iya," jawabnya.

Akhirnya, setelah membangun kesepakatan, yang pergi berjumpa dengan petugas BPK RI Perwakilan Aceh adalah kawan saya. Sedang saya hanya tertahan di lobby kantor nan megah ini.

***

Pesannya, kalau mau jumpa dengan petugas BPK RI Perwakilan Aceh, jangan kenakan kaos dan sandal kalau tidak ingin bernasib seperti saya. Hanya tertahan di lobi dan tak sampai pada tujuan.